SEKILAS INFO
: - Monday, 18-10-2021
  • 2 minggu yang lalu / Cendekiawan Muslim VI ? Sudah daftar belum….?
  • 2 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tarakan.

oleh : Aziza Widyasari | Santri Kelas 6 MBS Tarakan

          Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dilaksanakan pada saat sebelum adanya pandemi covid-19. Salah satu sekolah yang telah melaksanakan PTM tepatnya di sekolah Muhammadiyah Boarding School Tarakan (MBS) yang berada di daerah Kalimantan Utara. MBS melakukan berbagai cara agar para santri bisa melaksanakan PTM, ini sampai pandemi covid-19 hilang dan para santri bisa kembali belajar seperti biasa lagi. Tak hanya di MBS saja yang telah mendapatkan izin dari pemerintah, adapun sekolah-sekolah lain yang telah mendapatkan izin untuk membuka serta melaksanakan PTM ini di sekolah mereka masing-masing. Setiap sekolah harus memenuhi syarat yang telah dibuat untuk memulai PTM ini pada bulan Januari tahun 2020 yang lalu. Para guru melakukan berbagai cara agar para santri agar bisa masuk kembali ke pondok dan melakukan pembelajaran seperti biasa lagi. Para guru juga memberitahukan PTM ini kepada orang tua santri agar bisa menyetujui tentang adanya PTM ini. “Pendapat saya tentang PTM ini ada senang dan juga ada sedih. Senangnya itu saya bisa memulai pembelajaran ini menjadi lebih efektif, sedangakan sedihnya karena, mungkin untuk pelajar yang bersekolah negeri pada umumnya mungkin bagi mereka biasa saja. Tapi karena saya bersekolah di swasta lebih tepatnya mondok. Jadi mau tidak mau saya harus kembali dan meninggalkan keluarga saya untuk sementara” ujar salah satu santri MBS Tarakan. Para santri sangat baik saat melakukan PTM ini, karena mereka bisa melakukan pembelajaran secara langsung dengan guru mereka, lebih memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru dan senang bisa bertemu dengan teman-teman sekian lamanya. Para santri juga aktif pada saat PTM berlangnsung, walaupun sudah melakukan PTM di sekolah protokol kesehatan tetap dilaksanakan seperti memakai masker, menjaga kebersihan, menjaga jarak, mencuci tangan selesai pembelajaran. “Peraturan kebersihan menjadi lebih ketat seperti, mewajibkan seluruh santri menggunakan masker dimanapun dia berada, sekolah menyediakan westafel dan sabun cuci tangan, handsanitizer (menjadi suatu barang yang wajib dibawa kemana-mana). Serta yang paling penting adalah penjagaan jarak” ujar salah satu santri MBS Tarakan. Sebelum para santri masuk, MBS telah memenuhi syarat dari pemerintah agar para santri bisa kembali ke pondoknya. Tetapi MBS tidak memasukkan santrinya secara keseluruhan melainkan memasukkan santrinya perkelas. Contohnya santri dari kelas 7 SMP akan masuk pada bulan Januari 2021, berlanjut dengan kelas 10 dan 11 SMA akan masuk pada bulan Febuari 2021. Saat para santri yang akan datang, tak lupa MBS melakukan protokol kesehatan kepada santri yang akan diperiksa oleh satgas kesehatan. Dan para santri bisa mengembangkan ilmu mereka selama berlangsungnya PTM di sekolah.

          Bukan hanya pada saat PTM saja, melainkan para santri juga aktif pada saat daring. Awal pandemi covid-19 datang, guru-guru mengatakan bahwa para santri akan dipulangkan untuk sementara waktu. Karena pandemi covid-19 adalah virus yang sangat berbahya. PJJ (pembelajaran jarak jauh) dan BDR (belajar dari rumah) para santri bisa menggunakan media sosisal atau pun aplikasi pembelajaran, seperti classroom, zoom, dan juga grup WA sekolah yang dibuat langsung oleh para guru. PJJ/BDR adalah pembelajaran yang diajarkan dari jarak jauhtanpa ruang kelas secara fisik. Tujuan dari PJJ/BDR ini adalah untuk menggantikan pembelajaran yang normal dengan proses pembelajaran daring. Jadi antara PTM dan PJJ/BDR itu sama-sama bagus untuk para santri. “Pendapat saya tentang PJJ/BDR memiliki sisi senang dan sisi sedih. Di sisi senangnya adalah kami bisa berkumpul bersama keluarga kami pada saat adanya PJJ/BDR, sedangkan di sisi sedihnya kami tidak bisa bertemu dengan guru-guru dan teman kami. Pada saat mulainya PJJ/BDR ini kami bisa menggunakan media social untuk pembelajaran” ujar salah satu santri MBS Tarakan. Metode yang digunakan sama dengan PTM. Walaupun banyak peserta didik diluar sana yang tidak terlalu akhtif pada saat PJJ/BDR. Metode yang dipakai sekolah MBS Tarakan pada saat PTM dan PJJ/BDR yaitu bisa menggunakan hybrid/ blended learning. Hybrid/blended learning merupakan model pembalajaran campuran antara face to face dengan online. Metode pembalajaran tersebut sangatlah bagus dapat menjadi alternatife di Indonesia sebagai era digital. Contohnya lebih efektif dan lebih efesiens, mendukung perkembangan ketampilan untuk para santri. Orang tua memberikan dukungan untuk pelaksanaan PTM disekolah dan juga membimbing anak-anak mereka pada saat PJJ/BDR.  Keberadaan satgas kesehatan pandemi covid-19 menjadi hal yang penting selain pemenuhan vasksin sebelum dan sesudah guru, komite sekolah, dan para santri untuk meraka yang akan datang nanti. Komite sekolah adalah salah satu unsur sebagai mia sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dan membantu kepala sekolah bertisipasi untuk PTM ini. PTM terbatas bukan semata-matanya melaksanakan sekolah pada umumnya, melainkan mengatur dan mengendalikan para santri. Pentingnya melakukan pergerakan demi bangkit serta memberikan semangat kepada para para santri demi kemajuan pendidikan. Pendidikan di Indonesia harus menuju kearah lahirnya kebahagiaan serta keselematan hidup. Pendidikan juga sejatinya harus memerdekan manusia karena dia percaya bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan dan keunikan. Berperan untuk mengasah kemampuan bernalar para santri untuk menganalisis, menghadapi, serta memecahkan suatu persoalan hingga menciptakan bentuk pengetahuan baru. Untuk peserta didik jangan pernah menyerah dalam menggapai cita-cita yang telah kalian impikan. Dan tetap semangat saat belajar baik online maupun offline.

TINGGALKAN KOMENTAR

Maps Sekolah

Pengumuman

CENDEKIAWAN MUSLIM VI

Pembukaan Penerimaan Santri Baru MBS Tarakan Tahun 2021/2022

PENGUMUMAN KELULUSAN KELAS 9 TAHUN AJARAN 2019/2020